a young man on the make


alhamdulillah
July 15, 2008, 4:41 pm
Filed under: untuk berbagi

Alhamdulillah. Malem ini aku mendapatkan kemantapan hati atas pilihanku di teknik elektro! Mungkin seperti orang yang tidak bersyukur ketika aku mengatakan ”pindah kedokteran atau psikologi po yo? Koyone lebih enak dan lebih sesuai hati nurani”. Tapi itu adalah suatu proses yang harus aku alami dalam hidupku, mungkin hidup kita, yang akan membuat kita menjadi lebih tidak ke kanak-kanakan. Dan mungkin ini merupakan tanda kasih sayang allah padaku, dengan segala keterbatasan kondisi, ”memaksaku” berserah diri padanya dan mendapatkan jawaban darinya tentang jalan yang terbaik (sesungguh hanya allahlah yang mengetahui yang terbaik buat kita).

Yang jelas malam ini, insya Allah aku akan menatap masa depan dengan lebih optimis dan percaya diri !!! alhamdulillah. But i realize that i can’t stand alone, i need others to strengthen my step, my hope, my dream… I just wanna say “ ayo semangat” !!!!!



Karakter Muslim Sejati
July 3, 2008, 1:16 am
Filed under: setitik cahaya

(REPUBLIKA ; Rubrik “Hikmah” oleh Muhtadi Kadi)

Disaat mentari pagi menampakan senyumnya di ujung timur, Umar bin Khathab masuk ke masjid. Dilihatnya ada seseorang sedang khusuk berdoa, menengadahkan kedua tangannya ke langit dengan suara agak keras dan di ulang2, ” Ya Allah, berilah hamba-Mu ini rezeki yang melimpah. “

Umar mendekatinya seraya berkata dengan nada memendam kemarahan, “Sungguh, engkau tahu bahwa langit tidak akan pernah menurunkan hujan emas ataupun perak!” Kemudian, Umar menyuruh orang ini keluar dari masjid untuk bekerja di ladang atau di pasar.

Indah nian kiasan diatas. Sesungguhnya, Umar tiak melarang orang tersebut untuk berdoa kepada Allah. Umar tahu bahwa wajib hukumnya bagi setiap muslim untuk berdoa kepada Allah. Doa adalah “senjata orang mukmin”. Dan, dalam sebuah hadis shahih disebutkan bahwa Allah SWT akan murka kepada orang Muslim jika mereka enggan untuk meminta kepada-Nya.

Pertama, Umar ingin menunjukan bahwa rezeki dari Allah harus dicari dengan baik. Ia akan datang bersamaan dengan cucuran keringat dan kesungguhan. Dan, banyak sedikitnya rezeki yang didapat kan sesuai dengan usaha yang dilakukan.

Kedua, Allah menciptakan waktu siang agar manusia mencarisebanyak-banyaknya karunia-Nya di bumi ini. Bukan untuk bermalas-malasan dengan dibungkus baju ketaqwaan.

Ketiga, Umar ingin mengaplikasikan makna yang terkandung dalam firman Allah SWT yang berbunyi, “Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan.”(QS Al-Fatihah [1] : 5). Kewajiban harus didahulukan daripada hak. Kita harus terlebih dahulu melakukan kewajiban kepada Allah, yaitu beribadah hanya kepada-Nya.

Baru kemudian meminta hak kita, yaitu mendapatkan pertolongan-Nya. Kita harus berusaha semaksimal mungkin dalam mengais rejeki, baru kemudian meminta kepada Allah agar dimudahkan rezeki kita.

Sejatinya, Umar ingin menuntun kita semua untuk menjadi Muslim sejati. Yang berkepribadian pantang menyerah, suka bekerja keras, malu untuk meminta-minta, dan lebih suka untuk memberi. Bukankah tangan di atas lebih mulai dari tangan di bawah.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.